Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sekolah Dijalur yang Tepat*

PENDIDIKAN sampai hari ini menjanjikan suatu tranformasi sosial dan individu. Dengan pendidikan yang semakin maju pada gilirannya akan membawa kemajuan bagi suatu bangsa dan negara. Dalam tataran praktis-mikro, pendidikan akan mengantarkan individu ke gerbang kesuksesannya.

Begitu urgennya pendidikan membuat kita harus kritis terhadap pilihan pendidikan. Bulan Juni-Juli ini siswa-siswi di Papua sedang berduyun-duyun mendaftar sekolah yang diidam-idamkan. Mereka ingin diterima di sekolah yang dianggap tepat untuk mengantarkan dirinya satu level lebih dekat dengan cita-citanya. Tapi tidak semua anak berfikir seperti itu. Ada anak yang memilih sekolah karena ikut teman-temannya, karena dekat dengan rumah, dan berbagai alasan lain.

Pada titik ini perlu edukasi lebih lanjut kepada anak terkait dengan pemilihan sekolah yang tepat. Ada dua pihak yang berperan penting dalam edukasi ini, pihak sekolah dan pihak keluarga. Pertama, sekolah. Sekolah memiliki peran penting untuk mengedukasi anak alumnusnya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya dengan tepat. Peran paling utama dilakukan oleh Guru Bimbingan dan Konseling (BK).

Selama ini Guru BK dianggap “momok” bagi siswa. Siapa yang berurusan dengan BK dijustifikasi merupakan anak yang nakal atau “bermasalah”. Padahal itu amat menyempitkan peran BK di sekolah. BK itu ibarat orang tua di garda depan ketika anak di sekolah. Guru BK melakukan pendekatan persuasif-dialogis untuk kebaikan anak. Dari perihal akademik sampai perihal masalah yang menyelimuti kehidupan sang anak.

Dalam tataran akademis disitu ada bimbingan karir. Bimbingan karir merupakan salah satu aspek tugas dari guru BK. Disitu anak dapat dibimbing besok mau jadi apa? Mahir di bidang apa? Sehingga cocok melanjutkan sekolah dimana? Sehingga kemudian bisa kerja di bidang apa atau dimana? Pertanyaan-pertanyaan seperti ini wajib dipertanyakan kepada siswa secara kritis. Agar kehidupan akademis mereka terarah. Ibaratnya mereka sedang berlayar di tengah lautan, mereka harus mempunyai kompas yang menunjuk pada tujuan mereka yang jelas. Jika bimbingan ini dapat dioptimalkan oleh guru BK masa depan anak didik mereka akan lebih terarah.

Di Papua ini masih banyak daerah-daerah pedalaman yang terpencil. Disana banyak sekolah yang kekurangan guru mata pelajaran umum, apalagi guru BK. Di tempat saya mengajar misalnya, disitu tidak ada guru BK. Kami dapat informasi bahwa kepala sekolah yang memberi pengarahan tentang bimbingan karir mereka. Seperti dulu, mereka kurang paham ada SMK yang lulusannya langsung bisa diserap di lapangan kerja. Anak-anak lulusan SMP Batom sebelumnya hanya mengetahui sekolah di SMA. Sehingga, mau tidak mau mereka harus kuliah. Kalau tidak mereka akan menjadi pekerja-pekerja dengan upah murah. Berbeda dengan sekarang, mereka ada yang masuk ke SMK. Sehingga mereka langsung dapat bekerja dengan gaji yang cukup kompetitif.

Berdasarkan pengalaman di atas, guru-guru di pedalaman Papua harus aktif melakukan bimbingan karir bagi anak-anak. Setiap ada kesempatan kita harus menanamkan motivasi dan informasi pada siswa tentang jenjang pendidikan selanjutnya dan kesempatan kerja pasca itu. Sehingga siswa memiliki gambaran mengenai masa depan mereka. Setelah ini mau sekolah dimana, agar bisa kerja dimana, dan seterusnya. Nantinya mereka berada dalam jalur pendidikan yang tepat.

Kedua, keluarga. Orangtua juga mempunyai peran krusial untuk mengarahkan anak-anaknya terkait dengan karir mereka. Jangan sampai anak dibiyarkan terombang-ambing tanpa arah, istilahnya dengan menggunakan auto-pilot. Anak-anak masih membutuhkan pilot (oranguta) untuk membimbing mereka ke lajur yang tepat. Apabila ada kesempatan kita dapat mengajak mereka berdiskusi perihal masa depan mereka. Mau melanjutkan pendidikan dimana dan kedepan mau kerja dibidang apa.

Muara Kemajuan Bangsa-Negara, dan Daerah

Muara dari keberhasilan mikro seperti pendidikan yang terarah sehingga bisa bekerja ditempat yang tepat adalah kemajuan suatu bangsa-negara. Keberhasilan pendidikan secara mikro, akan menelurkan generasi-generasi bangsa yang matang, unggul, dan berdaya saing. Mereka sudah berada dalam jalur yang tepat sehingga dapat beraktualisasi dengan maksimal. Berbeda ketika mereka berada dalam jalur yang salah. Mereka sering mengalami penyesalan terhadap pilihan karir mereka. Alhasil, muncul generasi tidak profesional dan oportunistik.

Semua juga bermuara bagi kemajuan daerah. Papua masih tertinggal dari daerah lain. Papua perlu bangkit, mandiri dan sejahtera (visi Provinsi Papua sekarang). Itu semua dapat dilakukan salah satunya dengan cara mensukseskan pendidikan mikro, mengantarkan siswa kejalur pendidikan yang tepat. Sehingga generasi-generasi daerah Papua akan berdaya saing tinggi dan unggul. Bisa ikut membangun Papua menjadi daerah yang maju dan sejahtera. Semoga.

*Termuat di Cenderawasih Pos, tanggal 1 Juli 2015
Oleh: M. Fatkhul Damanhury
Peserta SM-3T angkatan 4 Penempatan Distrik Batom,
Pegunungan Bintang, Papua dari LPTK UNY

Posting Komentar untuk "Sekolah Dijalur yang Tepat*"