Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menyemai Impian Meraih Sukses Mulia



Menyemai Impian
Meraih Sukses Mulia
Penulis: Jamil Azzaini
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: Cet. I, 2008; Cet. II, 2008; Edisi Revisi, 2009
Tebal: 201 hlm
Oleh:
M. Fatkhul Damanhury*


            Pasti sebagian besar dari kita sudah tidak asing lagi dengan penulis yang satu ini. Jamil Azzaini, adalah salah satu penulis sekaligus trainer inspiratif yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia. Beberapa buku inspirasi telah ditelurkan, sebut saja Buku Kubik Leadership (2005), Tuhan Inilah Proposal Hidupku (2009-sampai sekarang masih terbit), dan ON (2013).
            Buku Menyemai Impian Meraih Sukses Mulia ini merupakan karya Jamil, yang menjadi Best Seller Nasional. Orang yang pernah bergabung dengan Dompet Dhuafa ini piawai dalam story-telling. Kepiawaian tersebut diaplikasikan dalam buku-bukunya termasuk dalam buku yang satu ini.
            Dalam buku keduanya ini kita dapat menemukan inspirasi-inspirasi “renyah” yang diambil dari pengalaman-pengalaman beliau, dan juga dari pengalaman orang lain yang pastinya penuh inspirasi. Beliau menceritakan pengalamn-pengalaman tadi dengan gaya bertutur yang renyah, mudah dipahami, kadang membuat kita ingin meneneskan air mata—karena memang cerita yang amat menguras emosi kita.
            Ada tujuh makna yang ingin disampaikan dalam kumpulan kisah dalam buku ini. Ketujuh makna pokok tadi diurai dalam tujuh bab. Bab pertama, Anak Desa Menjemput Impian, merupakan kumpulan kisah tentang pentingnya memiliki impian. Dalam bab ini kita dibawa pada pengalaman masa kecil beliau yang penuh dengan perjuangan. Keluarganya merupakan tranmigran di Lampung. Mereka harus bertahan hidup dalam himpitan ekonomi. Walau serba keterbatasan, Bapak Jamil terus mendorong anak-anaknya sekolah, karena menurutnya sekolah merupakan jembatan untuk mengentaskan dari jerat kemiskinan. Keinginan ayahnya benar-benar tertanam dalam diri Jamil kecil dan saudaranya, alhasil predikat juara kelas tak pernah absen disandang dia dan kakaknya.
            Ayak Jamil kecil sering meceritakan hal-hal yang dapat memotivasi anak-anaknya. Salah satu cerita yang menarik adalah tentang Kerang Mutiara atau Kerang Rebus? Sang Bapak bercerita tentang proses terjadinya mutiara yang diawali dari masuknya pasir kedalam tubuh kerang muda. Kerang muda terasa kesakitan dan merengek pada ibu kerang. Sang ibu meminta kerang muda untuk bersabar, jangan pedulikan rasa sakit, kalau perlu berikan kebaikan padanya (pasir). Sang anak menurut, namun air matanya terus mengalir. Air mata tadi membungkus pasir di dalam tubuh kerang muda. Hal itu dilakukan terus menerus. Lambat laun rasa sakitnya hilang.
            Saat panen, kerang-kerang yang tak ada pasirnya dijual dengan harga murah menjadi “kerang rebus”. Sedang kerang yang berpasir dijual dengan harga mahal, ratusan bahkan ribuan kali lipat dari kerang tak berpasir. Itu karena, butiran pasir yang masuk ketubuh kerang yang dibalut dengan air mata menjadi mutiara. Bapak Jamil bermaksud bahwa ketika kehidupan penuh cobaan kita harus merikhtiar untuk mengatasinya, bahkan dapat memberi manfaat pada orang lain ketika tertimpa musibah. Dengan begitu kita akan menjadi kerang mutiara. Hidup adalah pilihan, mau jadi kerang rebus atau kerang mutiara?
            Bab kedua, Penghambat Sukses, mengajak kita memahami kendala diri. Ketiga, Belajar dari Siapapun, adalah sebuah proses yang harus dijalani untuk menggapai kesuksesan. Keempat, Cinta dan keluarga, menyadarkan kita akan pentingnya peran mereka dalam tiap langkah kehidupan. Kelima, Meraih Sukses Mulia, merupakan kekuatan yang menjadi energi dan menadikan hidup menjadi lebih bermakna. Keenam, Yang Ditanam Itulah yang Dituai, mengingatkan tentang dampak yang pasti akan Anda terima atas apa yang telah diperbuat. Core dari gagasan keenam adalah tentang Hukum “Kekekalan Energi”, yang intinya jumlah energi dialam semesta ini tetap. Energi masuk sama energi keluar itu ekuivalen. Dalam keadaaan ini, energi positif (epos) yang dikeluarkan akan memberikan kebaikan ada diri kita. sedang, energi negatif akan memberi dampak buruk pada kita. Sebagai contoh, orang yang sering sedekah akan mendapat kemuliaan dalam hidup, keberkahan hidup, dan dimudahkan rezekinya. Makna terakhir adalah Menjaga Hasil yang Dituai, ini merupakan kisah yang akan menginspirasi melanggengkan kesuksesan kita.
Banyak hikmah yang dapat dipetik dalam buku ini. Kisah-kisah yang diuraikan beliau, menjadi inspirasi buat kita dan akan mengajak kita untuk merenungkan hal-hal disekitar kita yang barangkali sering kita maknai secara “kasat mata”, tanpa kebermaknaan yang mencukupi. Yang menjadikan diri ini kering, gersang, karena nihilya suatu spiritualitas.Buku ini patut dibaca bagi orang-orang yang sedang mencari inspirasi dalam kehidupan dan juga bagi para pemuda yang sedang galau, yang barangkali hanya karena hal-hal remeh-temeh seperti masalah “cinta monyet”.

*Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Yogyakarta


Posting Komentar untuk "Menyemai Impian Meraih Sukses Mulia"