Perlu Konsistensi*
Energi merupakan hal yang amat vital
bagi suatu negara. Dengan ketersediaan energi yang cukup, mobilitas
perekonomian dapat berjalan dengan baik.
Sekarang energi yang menjadi permasalahan
adalah BBM. Sebentar lagi harga BBM akan naik seiring pengurangan subsidi BBM.
Walau dirasa berat, inilah jalan yang tepat untuk menyelamatkan fiskal negara
ini. Untuk itulah pemikiran mencari energi alternatif menjadi suatu hal yang
penting. Mengingat pula BBM merupakan sumber daya yang tidak terbarukan, lama
kelamaan ketersediaannya akan langka. Jadi tinggal menunggu waktu saja harga BBM
akan menjulang tinggi, entah 20 tahun lagi atau berapa puluh tahun lagi.
Berbicara mengenai energi alternatif
sebenarnya bukan perbincangan baru, banyak orang yang telah mengembangkan
berbagai energi alternatif—khususnya yang terbarukan. Untuk kendaraan bermotor
sendiri penggunaan energi alternatif seperti BBG dan tenaga listrik kiranya masih
relevan menurut penulis.
Pemerintah sebenarnya sudah
menjatuhkan hati pada kedua energi alternatif ini (BBG dan tenaga listrik),
namun lemahnya strategi dan alpanya konsistensi menyendat dalam implementasi
konversi. Pengalaman membuktikan tanpa strategi dan konsistensi program
konversi cenderung gagal. Pemerintah pernah mencanangkan konversi ke BBG, tapi
nyatanya sampai sekarang belum jelas juntrungnya. Begitu pula dengan konversi
ke tenaga listrik juga belum terlihat hasilnya.
Melihat hal ini maka ada dua hal
pokok yang perlu diperhatikan. Pertama, perlu adanya penggunaan strategi yang
tepat. Bagaimana persiapannya, bagaimana regulasinya, bagaimana
implementasinya, semua harus direncanakan dengan matang. Untuk konversi ke
tenaga listrik misalnya kita dapat menggunakan strategi tepat pada hulu suplay
listrik, yaitu pada pembangkit listrik. Pembangkit-pembangkit listrik dengan
penggunaan tenaga terbarukan harus dijadikan pilihan utama. Kelebihan Indonesia
sebagai negara kepulauan dapat kita manfaatkan. Kita dapat membuat pembangkit
listrik tenaga angin misalnya, seperti yang akan dibangun di Kabupaten Bantul,
DIY. Atau kita juga bisa membangun tenaga listrik tenaga ombak.
Strategi-strategi taktis seperti ini perlu diperhatikan.
Kedua, konsistensi. Tanpa adanya
konsistensi niscaya program konversi energi mengarah ke kutub kegagalan. Jika
pemerintah sudah merencanakan program konversi, konsistensi perlu dihadirkan
sampai implementasi dan evaluasi.
Dengan
penggunaan strategi yang tepat dan konsistensi yang terjaga, penulis yakin
apapun pilihan energi alternatif yang digunakan—niscaya akan mengarah ke kutub
keberhasilan. Sehingga kedepan masalah energi, tidak terus menjadi momok bagi
negara kita.
*Termuat di SINDO Nasional, 20 Juni 2013
Posting Komentar untuk "Perlu Konsistensi*"