Tata Krama: Hadiah Spesial dihari Ibu
Tanggal 22 Desember merupakan momentum yang spesial bagi para ibu. Pada tanggal tersebut secara nasional diperingati hari ibu (mother’s days). Secara historis ditetapkannya tanggal 22 Desember sebagai hari ibu nasional sarat akan muatan perjuangan para perempuan ketika zaman pergerakan nasional dan pra kemerdekaan. Pada tanggal itulah tepatnya 83 tahun yang lalu (1928) para hawa merapatkan barisan dalam kongres perempuan pertama untuk mendukung perjuangan melawan kolonialisme. Kongres itulah yang kemudian memunculkan gerakan yang berlanjut oleh kaum perempuan dalam perjuangan menuju kemerdekaan dan pasca kemerdekaan.
Terlepas dari sumbangsih para ibu yang telah terukir dalam sejarah panjang Indonesia, secara personal peran ibu juga mempunyai jasa yang tak akan pernah dapat dikalkulasikan. Peran ibu ketika mengandung kurang lebih 9 bulan, melahirkan dengan tak jarang sampai mempertaruhkan nyawa dan mendidik putra-putrinya sampai tumbuh dewasa menggambarkan betapa besar peran seorang ibu. Jadi tak salah ketika ada peribahasa: ‘kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang, kasih anak sepanjang galah’.
Disisi lain dewasa ini ada anak yang menciderai semangat untuk menjadikan ibu sebagai seorang yang spesial. Dalam kehidupan sehari-hari tak jarang kita temukan anak yang berani pada ibunya, berani berkata kasar dan bahkan memaki-maki ibunya ketika meminta sesuatu tapi tidak diberikan. Perilaku yang ditunjukkan oleh anak yang demikian acap kali karena anak kurang bisa mengerti bagaimana besarnya peran seseorang yang telah melahirkan dan membesarkannya dan tidak paham mengenai bagaimana seharusnya perilaku anak kepada orangtua secara agama dan moral. Tak sepantasnya anak berlaku demikian kepada ibunya.
Sebaliknya perilaku yang harus dibangun adalah tata krama atau sopan santun kepada kedua orang tua khususnya ibu. Tata krama bagaimana anak menghormati ibu dan bagaimana berbicara yang sopan. Khusus berbicara yang sopan, alangkah baiknya giatkan kembali ‘bahasa ibu’ yang mengajarkan berbicara dengan bahasa yang baik kepada orang yang lebih tua. Seperti dalam Bahasa Jawa kita mengenal boso kromo inggil. Boso kromo inggil khusus untuk berbicara kepada orang yang lebih tua. Ketika seorang anak bisa berbicara pada ibu dengan boso kromo inggil dengan konsisten, itu merupakan kado spesial bagi ibu, daripada kita memberikan kado simbolik berupa ucapan selamat atau kado berupa materi.
Dalam memperingati hari ibu kita butuh aksi nyata yang salah satunya adalah melanjutkan atau memulai menghormati dan sopan kepada ibu. Konsistensi dan kontinuitas diperlukan dalam hal ini karena momentum hari ibu hanya untuk mengingatkan peran besar seorang ibu sedang aksi yang lebih nyata perlu dihadirkan dalam kehidupan sehari-hari.
Posting Komentar untuk "Tata Krama: Hadiah Spesial dihari Ibu"