Hari Ibu, Tak Sekedar Ceremonial*
Tanggal 22 Desember 2011 secara nasional Indonesia kembali memperingati hari ibu nasional. Secara yuridis ditetapkannya tangal 22 Desember sebagai hari ibu nasional berdasarkan pada Dekrit Presiden No.316 tahun 1959. Ditetapkannya tanggal tersebut sebagai hari ibu merupakan suatu proses sejarah yang panjang, dimana dulu tepatnya tanggal 22 Desember tahun 1928 berlangsung Kongres Perempuan Pertama di Yogyakarta yang kemudian disusul dengan Kongres di Bandung dan di Jakarta. Kongres perempuan tersebut menjadi tonggak pergerakan perempuan untuk bersama-sama atau bersatu melawan penjajah/ kolonialisme.
Di era sekarang seperti apakah seharusnya perayaan hari ibu yang secara historis sarat akan nilai perjuangan dan nasionalisme. Sebelum menjawab pertanyaan tersebut perlu adanya persamaan pandangan bahwa hari ibu di Indonesia berbeda dengan mother’s day di negara-negara lain, hari ibu Indonesia merupakan suatu peringatan bagi bangsa dan negara Indonesia bagaimana dulu perempuan Indonesia bersatu dalam satu gerakan (Kongres Wanita Indonesia) untuk memperjuangkan kemerdekaan.
Bagi pemerintah seharusnya hari ibu menjadi sebuah pengingat untuk segera menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan perempuan. Di Indonesia masih marak perdagangan perempuan, tingginya angka kematian ibu-ibu melahirkan, berbagai kasus KDRT dan jangan lupa TKI di luar negeri yang bekerja sebagai PRT masih menimbulkan berbagai permasalahan.
Mengingat betapa besarnya sumbangsih kaum perempuan pada waktu itu sudah selayaknya kaum perempuan di era sekarang meneruskan tongkat estafet perjuangan. Peringatan hari ibu seyogyanya menggugah kembali semangat kaum perempuan dalam mengisi kemerdekaan dan jangan sampai euforia momentum ini hanya sebatas seremonial. Seremonial dimaksudakan peringatan hanya sebatas mengedepankan simbol-simbol belaka, seperti ucapan-ucapan selamat. Mengingat perempuan adalah tiang negara.
*Dalam rangka berpartisipasi di Hari Ibu Nasional Tahun 2011
Posting Komentar untuk "Hari Ibu, Tak Sekedar Ceremonial*"