Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bukan Mahasiswa Jika Tidak Berorganisasi

       Mahasiswa adalah segologan ‘elit intelektual’ yang menduduki srata yang tinggi dibanding masyarakat umumnya. Mahasiswa sering disebut agent of change, iron stock, dsb sebutan ideal buat para pejuang intelektual ini.begitu banyak ungkapan optimistis nan elok untuk para mahasiwa.
       Ungkapan-ungkapan ideal untuk mahasiswa itu tentu tidak sembarangan dapat menjadi realistis mengingat sekarang kita hidup di zaman globalisasi. Globalisasi yang seperti pedang bermata dunia, disatu sisi memberika kemanfaatan dan disisi lain mebawa keburukan atau malapetaka. Hedonism, matelialisme, pragmatisme dan isme-isme buruk yang lain yang menjangkit para pemuda atau mahasiswa tidak bisa dilepaskan keberadaannya dari mata pedang sisi buruk globalisasi.
       Perlu adanya usaha-usaha untuk meng-counter isme-isme tersebut agar harapan bangsa terus berkobar. Perlu juga adanya usaha untuk merealisasikan ‘ungkapan ideal’ untuk para mahasiswa. Disinilah relevansi argumentasi mahasiswa harus berorganisasi khususnya organisasi intern kampus. Ketika mahasiswa masuk dan menjadi aktor dalam sebuah organisasi mereka sudah melangkah dalam rangka realisasi ‘ungkapan ideal’. Di organisasi para mahasiswa belajar untuk ‘bermusyawarah’, mencari problem solving, mengambil keputusan dan lain sebagainya. Jika hal-hal seperti ini dilakukan secara masif langkah untuk mencapai mahasiswa yang ideal pun semakin dekat. Tentu para mahasiswa juga tidak boleh atau wajib a’in hukumnya untuk tetap menjalankan studinya dengan baik, karena jika hal ini dikesampingkan karena sibuk berorganisasi apakah masih layak mahasiswa di sebut ‘elit intelektual’?







Posting Komentar untuk "Bukan Mahasiswa Jika Tidak Berorganisasi"